Selasa, 05 November 2013

DIKSI


Diksi pada dasarnya adalah hasil upaya memilih kata tertentu untuk dipakai dalam suatu tutur bahasa. Pemilihan kata dilalukan apabila tersedia sejumlah kata yang artinya sama atau bermiripan. Sebagai contoh, kata mati bersinonim dengan mampus , meninggal, wafat, mangkat, tewas, gugur, berpulang, kembali keharibaan tuhan dan lain sebagainya. Tetapi  kata-kata tersebut tidak dapat bebas digunakan karena memiliki rasa nuansa makna yang membedakannya.

Dari uraian diatas dapat kita simpulkan pertama kemahiran memilih kata hanya di mungkinkan bila seseorang menguasai kemahiran kosa kata yang cukup luas, kedua diksi atau pilihan kata mengandung pengertian upaya atau kemampuan membedakan secara tepat kata kata yang memiliki makna serumpun, dan yang ketiga diksi atau pilihan kata menyangkut kemampuan untu memilih kata kata yang tepat dan cocok untuk situasi tertentu

Sebelum menentukan pilihan kata, penulis harus memperhatikan dua hal pokok, yakni: masalah makna dan relasi makna.

Makna sebuah kata / sebuah kalimat merupakan makna yang tidak selalu berdiri sendiri. Adapun makna menurut (Chaer, 1994: 60) terbagi atas beberapa kelompok yaitu :

a. Makna Leksikal dan makna Gramatikal
b. Makna Referensial dan Nonreferensial
c. Makna Denotatif dan Konotatif
d. Makna Konseptual dan Makna Asosiatif
e. Makna Kata dan Makna Istilah
f. Makna Idiomatikal dan Peribahasa
g. Makna Kias dan Lugas

Relasi adalah hubungan makna yang menyangkut hal kesamaan makna (sinonim), kebalikan makna (antonim), kegandaan makna (polisemi dan ambiguitas), ketercakupan makna (hiponimi), kelainan makna (homonimi), kelebihan makna (redundansi) dan sebagainya yang terbagi atas beberapa kelompok yaitu :
a. Kesamaan Makna (Sinonim)
b. Kebalikan Makna (Antonim)
c. Kegandaan Makna (Polisemi dan Ambiguitas)
d. Ketercakupan Makna (Hiponimi)
e. Kelebihan Makna (Redundansi)

Teknik penceritaan yg menarik lewat pilihan kata maka diksi yg baik harus …
• Tepat memilih kata untuk mengungkapkan gagasan atau hal yang ‘diamanatkan’
• Diperlukan kemampuan untuk membeda-bedakan secara tepat nuansa-nuansa makna sesuai dengan gagasan yangg ingin disampaikan & kemampuan u/ menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi & nilai rasa pembacanya.
• Pilihan kata yang tepat & sesuai hanya mungkin kalau penulis/pengarang menguasai sejumlah kosa kata (perbendaharaan kata) yg dimiliki masy bahasanya, serta mampu m’gerakkan & m’dayagunakan kekayaannya itu mjd jaring2 kalimat yang jelas & efektif.

CONTOH-CONTOH PENGGUNAAN DIKSI
• Anda Pernah dengar ”Kalimat Sejuta Umat” ?
• ”Kalimat Sejuta Umat” juga berarti suatu trademark yg dikeluarkan o/ suatu individu, yg pd akhirnya diikuti o/ individu atau kelompok lain.
• ”Kalimat Sejuta Umat” tidak sama dg kutipan / Quote, meski adakalanya sejenis.
• ”Kalimat Sejuta Umat” ada krn wabah / tren yg terjadi shg dalam segelintir kasus, penyebarnya seringkali anonymous.
• Bahkan dpt dibilang bhw kata2 tsb. beredar dlm kelas sosial dg intensitas yg tinggi, bisa jadi krn tren semusim, yg besok2 mungkin sudah tersapu o/ waktu.
• Susunan kata2pun spt itu pun ada yg bertolak menjadi sebuahmainstream.
Pemakaian….
• Kadang kala diperuntukkan bagi kaum2 yg baru mengenal suatu pola kata unik. Biasanya digunakan sebagai kal penutup / kal pembuka bagi sebuah perbincangan. Bisa juga menjadi sisipan, atau mjd kal satir pelengkap suatu artikel.
• ”Kalimat Sejuta Umat” juga sering diterapkan dlm bbrp iklan, tentunya dengan berbagai modifikasi. Semisalnya saja judul film dari “Mengejar Mas - Mas” yg pd akhirnya pernah digubah mjd kal sejenis “Mengejar Emas - Emas” yg pernah diluncurkan sebuah bank.
• Ya, bukan hanya Nokia 3315 saja yg pantas diberi gelar seperti itu, ttp Kyai/ustad, dsb.
Contoh lain…
Fakta yg ada di sekitar lingkungan kita adlh :
“Aku suka kamu !
Aku Cinta banget sama kamu !
Mau nggak kamu jadi pacar aku ?!
Soal aku jatuh hati banget sama kamu !”
• Adlh kal yg sering dilontarkan o/ remaja2 yg sedang mabuk kepayang. Biasanya diucapkan di berbagai reality showsejenis, atau malah hanya ketika seorang Adam“menembak jatuh” seorang Hawa.
• Ah, ada kalanya juga kombinasi kalimat ini disertai dg puisi atau 99 tangkai mawar.
Parahnya lagi, Pemerintah pun ikut2an latah:
 “Merokok dapat Menyebabkan Kanker, Serangan Jantung, Impotensi, dan Gangguan Kehamilan dan Janin“
• Ini adlh suatu kal yg tadinya diharapkan o/ pemerintah dpt menanggulangi keberadaan perokok. Akan tetapi krn nilai cukai yg ditawarkan produsen rokok mencapai 9 trilyun,
• Kata - kata ini terkesan kurang optimal.
“Kita ? Elo aja kalee’, gua sih enggak!”
(trus dilanjutkan dg siul-siul)
Maknanya:
• Jangan berharap bisa bergabung dg lawan bicara spt ini apalagi kalau dia sudah mengeluarkan statement di atas !
• Mungkin si pembicara adalah sosok yangg gensinya gedhe buanget.
Tambahan…(Nb.)
• Dlm dunia Broadcasting: tdk ada seorangpun yg mampu dg jelas m’dengar sebuah kalimat yg terdiri lebih dr 20 kata
• So, naskah siaran & berita yg kita buat harus seringkas & seramping - KISS (Keep It Short and Simple).
• Sbl menulis kita memikirkan gagasan / ide secara utuh. Teknisnya, mulailah dg m’buat catatan ide, ketahui & pahami cerita dan peristiwanya, pikirkan, katakan dan tuliskan.
• Pa saat memikirkan ide tulisan, kita dpt m’bayangkan spt akan bercerita kpd seseorang yg kita kenal yg sedang berada di hadapan kita. Sampaikanlah sesuatu yg akan kita ceritakan, & tuliskan persis seperti kita bercerita.
”Ringkaslah kalimat yg akan disampaikan, jgn boros kata2”
Misal:
• Bukan: Menteri keuangan menyatakan akibat dr langkah tersebut ialah akan meningkatnya kondisi keuangan sektor swasta & memberikan peningkatan thd kepercayaan bisnis & masyarakat secara umum
• Tetapi: Menteri keuangan mengatakan, langkah-langkah itu akan membantu keuangan sektor swasta
”Hindari pengulangan kata yg tdk perlu”
• contoh: rencana yang akan datang, alasannya karena,ramai berbondong-bondong, maju ke depan, mundur ke belakang, peristiwa lalu yang telah dilewati dan sebagainya.
”Hindari p’gunaan anak kalimat. Bahasa radio adlh bhs tutur sehari2. Dlm berbicara, kita jarang m’gunakan anak kalimat. Jika menemukan anak kal, pecahlah mjd bbrp kal. Semakin sederhana struktur kal, akan semakin baik”.
• Bukan: Rumania yg gaungnya mulai tenggelam sejak ditinggalkan Gheorge Hagi, siap mengalahkan tim manapun di Euro 2008 ini.
• Tetapi: Sejak ditinggalkan Gheorge Hagi, gaung Rumania seperti tenggelam. Namun, Rumania tetap bertekad mengalahkan tim manapun di Euro 2008 ini. 
“Hindari mendahulukan kata kerja”
• Bukan: Menuntut presiden SBY membubarkan Ahmadiyah, demonstran dlm gelombang besar berunjuk rasa di depan Istana Negara.
• Tetapi: Demonstran berunjuk rasa di depan Istana Negara, menuntut pembubaran Ahmadiyah.
“Jgn menempatkan ‘kata kerja penting’ di akhir kal, krn pembaca berita biasanya menurunkan suaranya di akhir kal. Jika hal ini terjadi, makna kata kunci tadi akan hilang”.
• Bukan: Demonstran berunjuk rasa di depan Istana Negara, menuntut Ahmadiyah dibubarkan.
• Tetapi: Demonstran berunjuk rasa di depan Istana Negara, menuntut pembubaran Ahmadiyah.

Syarat Ketepatan Pemilihan Kata :
(a).  Dapat membedakan antara denotasi dan konotasi
Contoh :  1.  Bunga edelweis hanya tumbuh ditempat yang tinggi (gunung).
2.  Jika bunga bank tinggi, orang enggan menggambil kredit bank.
(b).  Dapat membedakan kata-kata yang hampir bersinonim.
Contoh :  1. Siapa pengubah peraturan yang memberatkan pengusaha?
2. pembebasan bea masuk untuk jenis barang tertentu adalah peubah peraturan  yang  selama ini memberatkan pengusaha.
(c).  Dapat membedakan kata kata yang hampir mirip dalam ejaannya
Contoh :  intensif – insentif
Interferensi – inferensi
Karton – kartun
Preposisi – proposisi
Korporasi – koperasi
(d).  Dapat membedakan dengan tepat makna kata – kata abstrak.
Contoh :  keadilan, kebahagiaan, keluhuran, kebajikan, kebijakan dan kebijaksanaan.
(e).  Dapat memakai kata penghubung yang berpasangan secara tepat.
Contoh :
Pasangan yang salah
Pasangan yang benar
Antara … dengan
Antara … dan
Tidak … melainkan
Tidak … tetapi
Baik … ataupun
Baik … maupun
Bukan … tetapi
Bukan … melainkan
Contoh pemakaian kata penghubung yang salah :
Antara hak dengan kewajiban pegawai haruslah berimbang.
Korban PHK itu tidak menuntut bonus,melainkan pesangon.
Baik dosen maupun mahasiswa ikut memperjuangkan reformasi.
Bukan aku yang tidak mau, tetapi dia yang tidak suka.
Contoh pemakaian kata penghubung yang benar :
Antara hak dan kewajiban pegawai haruslah berimbang.
Korban PHK itu tidak menuntut bonus, tetapi pesagon.
Baik dosen maupun mahasiswa ikut memperjuangkan reformasi.
Bukan aku yang tidak mau, melainkan dia yang tidak suka.
(f).  Dapat membedakan antara kata-kata umum dan kata-kata khusus.
Kata melihat adalah kata umum yang merujuk pada perihal ‘mengetahui sesuatu melalui indera mata’. Kata melihat tidak hanya digunakan untuk menyatakan membuka mata serta menunjuk ke objek tertentu, tetapi juga untuk mengetahui hal yang berkenaan dengan objek tersebut.


1 komentar:

  1. Casino Games at J.T. Marriott
    J.T. Marriott Casino 광양 출장마사지 Hotel is offering a full-service spa and 20 free Wi-Fi. Guests 안동 출장마사지 can 서울특별 출장마사지 also 성남 출장샵 access the casino's casino's other hotel rooms, restaurants and 삼척 출장마사지

    BalasHapus